Lorem Ipsum

Persiapkan dirimu untuk pembaruan. hati hati dengan langkahmu jangan sampai salah pilih

Latest Free Templates

cara membonsai

Untuk membuat bonsai bisa diperoleh melalui stek, cangkok, biji atau lainnya. ‘’Untuk membentuk tanaman menjadi bonsai tergantung karakter tanaman itu sendiri. Kita tidak bisa memaksakan. Pembentukan (training) ini membutuhkan waktu yang cukup lama,’’ ungkap Apolos. Ada beberapa gaya bonsai yang dikenal yaitu gaya gantung, gaya formal dan lainnya.

Jika Anda ingin membuat bonsai, ada beberapa bahan dan langkah yang perlu dipersiapkan:

Bahan yang diperlukan:

: - bonggol tanaman

- pot ukuran besar

- Media tanam ( tanah dan pupuk)

- kawat pembentukan

- pot bonsai

- gunting tanaman

Cara Membuat:

1. Bonggol atau bahan tanaman di tanam pada pot besar ataupun dalam tanah agar tumbuh bebas

2. Setelah tumbuh daun-dauannya barulah dilakukan pembentukan dengan menggunakan kawat (wiring). Kawat yang digunakan adalah kawat khusus yang anti karat dengan berbagai macam ukuran. Besarnya ukuran kawat tergantung dari ukuran bonggol atau ranting tanaman.

3. Setelah terbentuk dan menimbulkan pembengkakan pada bonggol-bonggol tanaman yang dikawat tersebut, maka kawat tersebut dibuka.

4. Lakukan pemangkasan (purning) hingga bonsai nampak indah dan seimbang. Ketika melakukan purning sebaiknya akar juga dipangkas. Ini agar menghasilkan bonsai yang baik.

5. Setelah terbentuk baru dipindahkan pada pot bonsai yang telah diberi media tanam. Sebaiknya media tanam (tanah) dilakukan sterilisasi dengan cara media tanam disangrai terlebih dahulu.

6. Setiap tahun tanah dalam pot bonsai harus diganti dan akar-akar yang panjang digunting.

7. Gunakanlah pestisida maupun fungsida untuk mencegah hama maupun cendawan.

8. Jangan berhenti lakukan perawatan. (lis)

agama budha di indonesia

Agama Buddha bagi bangsa Indonesia sebenarnya bukanlah agama
baru. Ratusan Tahun yang silam agama ini pernah menjadi pandangan
hidup dan kepribadian bangsa Indonesia tepatnya pada zaman kerajaan
Sriwijaya, kerajaan Maratam Purba dan keprabuan Majapahit.
Candi Borobudur, salah satu warisan kebudayaan bangsa yang amat kita
banggakan tidak lain cerminan dari kejayaan agama Buddha di zaman
lampau.

Sekitar tahun 423 M Bhiksu Gunawarman datang ke negri Cho-
Po (jawa) untuk menyebarluaskan ajaran Buddha. Ternyata ia
memperoleh perlindungan dari penguasa setempat, sehingga misinya
menyebar luaskan ajaran Buddha berjalan lancar. semua ini tercatat
di dalambuku Gunawarman dan jika di dasarkan pada buku ini maka
kemungkinan besar ia adalah seorang perintid pengembangan agama
Buddha di Indonesia pada zaman tersebut.

Berdasarkan catatan dari kerajaan Tang di Tiongkok, pada
pertengahan abad ke-7 di Jawa Tengah terdapat sebuah kerajaan yang
menganut agama Buddha namanya Kaling. Di Tiongkok nama itu lebih
dikenal dengan sebutan Ho Ling. Kerajaan ini sangatalah tertib dan
tentram walaupun dipimpin oleh seorang wanita tangan besi yang
bernama ratu Sima. Ho ling saat itu menjadi pusat ilmu pengetahuan
agama Buddha, dan tidak sedikit orang Tionghoa dari dataran Cina
datang ke negri tersebut untuk belajar agama Buddha, walaupun pada
zaman dinasti Tang agama Buddha telah menjadi agama resmi di negri
Cina..

Dalam abad ke-7 dan ke-8 antara India dan Cina terjalin hubungan
yang ramai. Hungan tersebut tidak semata-mata di Bidang perdagangan,
melainkan juga dalam ilmu pengetahuna dan agama Buddha. Antara tahun
618 hingga 907 Cina diperintah oleh Dinasti Tang, sedang di India
dalam abad ke-7 berkuasa raja Harcha yang bersikap toleran terhadap
agama Buddha. Maka pada zaman itu banyak musafir dan Bhiksu dari
Cina yang berziarah ke tempat-tempat suci agama Buddha di India.

Dalam pertengahan abad ke-7 ini pula Sriwijaya tumbuh dan
berkembang menjadi pelabuhan penting di tepi perairan Selat Malaka,
urat nadi lalu-lintas penting antara India dan Cina. Selama beberapa
abad, kerajaan ini memegang hegemoni lautan. Sriwijaya boleh
dikatakan pusat perdagangan dan pusat agama Buddha di Asia
Tenggara. Agama Buddha di zaman Sriwijaya adalah agama Buddha aliran
Mahayana dengan memahami bahasa Sansekerta.

Antara tahun 850 hingga awal abad-13, kerajaan Sriwijaya
diperintah oleh keluarga Syailendra yang pernah berkuasa di Mataram,
Jawa Tengah, antara tahun 778-850. Selama 75 tahun berkuasa di
Mataram, keluarga Syailendra banyak mendirikan bangunan suci
Buddhist berupa candi seperti Candi Kalasan, Plaosan, Sari,
Borobudur, Pawon dan Mendut. Sriwijaya kemudian meluaskan
kekuasaannya sampai ke Muangthai Selatan yang sekarang disebut
Suratani dan Pattani. Candi-candi yang dibuat oleh Sriwijaya di sana
antara lain Vihara Mahadhata di Jaiya dan Vihara Mahadhata di Nakorn
Sitnamart yang sampai sekarang masih ada dan bentuk bangunan, arca-
arca Buddha serta Bodhisattva mirip dengan yang terdapat di Jawa.

Attisa, Bhikkhu yang sangat terkenal dari Tibet yang
membangun kembali agama Buddha di negara tersebut pernah datang ke
Sumatra dan tinggal di sana dari tahun 1011 - 1023. Ia belajar di
bawah bimbingan Dharmakirti, seorang Bhiksu terkemuka di zaman
Sriwijaya. berdasarkan catatan biografi Attisa yang di tulis di
Tibet, Sumatra adalah pusat utama agama Buddha, sedang Bhiksu
Dharmakirti adalah seorang cendekiawan terbesar di zaman itu.

Kedatangan para dharmaduta ke Indonesia mendorong banyak
orang pergi berziarah ke India untuk mengunjungi tempat-tempat suci
dan pusat-pusat agama Buddha seperti Universitas Nalanda dan lain-
lain. Setelah kembali ke Indonesia mereka mendirikan candi-candi
dengan berbagai bentuk dan ukuran.

Agama Buddha yang semula berkembang di Pulau Jawa dan
Sumatra adalah beraliran Theravada yang dikembangkan oleh Bhiksu
Gunawarman. Lambat-laun aliran ini terdesak oleh aliran-aliran lain
yang masuk ke Indonesia setelah mereka mempunyai kedudukan yang kuat
di India. Hal ini terlihat dengan berdirinya candi Kalasan yang
dipersemabahkan untuk Dewi Arya Tara (personifikasi Prajnaparamita
menurut aliran Tantrayana, salah satu sekte agama Buddha Mahayana)
pada tahun 779 M. . Dari catatan epigraphic diketahui bahwa salah
satu dari raja Syailendra di Jawa mempunyai guru bernama Kumaraghosa
dari negri Ganda (Bengal) yang menganut faham Tantrayana. Hal
tersebut mendorong berkembangnya agama Buddha Mahayana.

Kehidupan agama Buddha pada masa kerajaan Mataram - I bisa
dilihat dari prasasti Conggol, sebelah Barat-daya Magelang, yang
dikeluarkan oleh Raja Sanjaya. Pasasti tersebut menyebutkan bahwa
pada tahun 654 Saka (732 M) hari senin tanggal 13 terang bulan
Kartika, Raja Sanjaya mendirikan sebuah lingga yang merupakan
lambang dari dewa Siwa yang dipuja oleh raja dan rakyatnya. Sanjaya
sendiri putera Saimaha, saudara perempuan Raja Sanna yang memerintah
sebelum Sanjaya.

Pada masa pemerintahan Raja Panangkaran tahun 775, dinasti
Syailendra mulai berkuasa di Jawa Tengah bagian selatan sehingga
kekuasaan dinasti Sanjaya terdesak ke utara Jawa Tengah, yakni
sekitar dataran tinggi Dieng. Di sana Sanjaya mendirikan beberapa
candi, antara laincandi Bimo, Arjuno, Semar dan Argopuro.

Raja-raja yang berkuasa pada zaman dinasti Syailendra ialah
Bhanu (752-775), Wisnu (775-782), Indra (782-812), Samarottungga
(812-833) dan Balaputradewa (833-856). Prasasti-prasasti Syailendra
ialah prasasti Kalasan pada tahun 778, dengan menggunakan huruf
pranagari dan bahasa Sansekerta; prasasti Kelurak dekat Yogya tahun
782, juga memakai huruf pra-nagari dan bahasa Sansekerta; prasasti
Karang Tengah dekat Temanggung pada tahun 824 dengan memakai bahasa
Sansekerta dan Jawa Kuno dan prasasti Kahulunan, Kedu, pada tahun
842 yang ditulis dalam bahasa dan huruf Jawa Kuno.

Selama pemerintahan Syailendra, banyak bangunan candi yang
didirikan sebagaimana telah disinggung di atas. Satu diantara candi-
candi yang tersohor adalah Borobudur yang didirikan pada masa Raja
Samarottungga. Candi Sajiwan dan Plaosan dibangun pada masa
pemerintahan suami-isteri Rakai Pikatan-Pramodawardhani (puteri
Samarottungga). Nampaknya pengaruh Pramodawardhani sangat besar,
sehingga yang dibangun adalah candi bercorak Buddha. Raja Rakai
Pikatan sendiri beragama Siwa (Hindu). Jelas pada masa itu terdapat
rasa toleransi agama yang besar.

Perkawinan Rakai Pikatan yang beragama Siwa dan
Pramodawardhani yang beragama Buddha bersifat politis untuk
menghadapi Balaputra yang sedang berkuasa, selain untuk mencapai
kerukunan antara dua dinasti yang sedang bersaing dan bahkan saling
bertentangan. Balaputra dan saudaranya, Pramodawardhani bersaing
untuk menduduki jabatan Raja Mataram setelah ayah mereka,
Samarottungga meninggal dunia. Balaputra berhasil naik tahta antara
tahun 833 - 856, tetapi akhirnya benteng pertahanan Balaputra
dirobohkan juga oleh persekutuan Rakai Pikatan Pramodawardhani,
dengan demikian maka hanculah benteng terakhir dinasti Syailendra di
Jawa Tengah sebelah Selatan desa Prambanan.

Sejak pemerintahan Rakai Pikatan, dan kemudian disusul oleh
Rakai Kayuwangi (856-886), Rakai Watukumalang (886-898), Balitung
(898-910), Daksa, Tulodong dan Wawa, pemerintahan dinasti Sanjaya
semakin berkembang. Pada masa Raja Wawa, pusat kekuasaan Mataram
dipindahkan ke Jawa Timur, sehingga peranan Jawa Timur selama dua
abad kemudian berhasil menggantikan kedudukan Jawa Tengah.

Ada dua pendapat tentang apa sebabnya pusat pemerintahan
kerajaan Mataram dipindahkan yang ditandai juga dengan perpindahan
massal rakyat ke Jawa Timur. Pertama,mereka yang berpendapat
perpindahan itu akibat meletusnya gunung Merapi yang banyak
menimbulkan bencana dan korban. Menurut kepercayaan rakyat,
meletusnya gunung Merapi menunjukkan kemarahan para dewa. Pendapat
ke-dua, karena tarikan faktor ekonomi di Jawa Timur yang semakin
besar, di mana perdagangan dan pelayaran laut dan sungai kian rarnai.

Babak pertama pemerintahan Mataram di Jawa Timur dipegang
oleh dinasti Isana, nama yang diambil dari nama Sri Maharaja Rake
Hino Sri Isana Wikramadjarmotunggadewa, gelar Mpu Sendok. Bagaimana
Mpu Sendok naik tahta kurang dutetahui. Namun diduga melalui
perkawinannya de putri Wawa. Dari prasasti-prasasti yang
dikeluarkannya, ternyata Mpu Sendok banyak menaruh perhatian pada
perdagangan dan pelayaran di kali Brantas selain pertanian. Mpu
Sendok juga dikenal Raja yang memerintah dengan lebih demokratis dan
menaruh minat pada soal-soal hukum serta kesusastraanĂ‚· Pada masa
pemerintahan Mpu Sendok-lah di

Mpu Sendok sendiri penganut agama Hindu, sehingga timbul
kesan adanya toleransi agama yang sangat kuat di masa itu. Nampaknya
antara agama Hindu yang dianut di Kutai, Taruma dan Mataram pada
satu pihak dan agama Buddha yang dianut Sriwijaya dan Mataram (masa
dinasti Syailendra) di lain pihak pernah terjadi persaingan dan
perbenturan. Narnun kemudian terjadi toleransi yang diawali oleh
perkawinan Rakai Pikatan dan Pramodawardhani. Hal mana dilanjutkan
pada masa pemerintahan Isana dan kemudian terjadi "pembauran" antara
Hindu dan Buddha sehingga batas kedua agama itu semakin kabur pada
masa Singosari dan Majapahit. Pembauran kedua agama ini masih dapat
disaksikan di Jawa dan Bali.

Diantara raja-raja keturunan Mpu Sendok, yang paling
berhasil adalah Airlangga. la adalah seorang raja yang ditaati oleh
rakyatnya yang rela menyerahkan segala milik mereka demi kepentingan
pemerintahaan Airlangga. Airlangga berhasil membawa kerajaan Mataram
pada puncaknya; tapi Airlangga pula yang meruntuhkan kerajaan itu.

Runtuhnya kerajaan Mataram sudah berada di ambang pintu
tatkala Sanggramatunggadewi, orang kedua yang pantas menduduki tahta
sesudah Airlangga, menolak jabatan besar tersebut. la lebih suka
memilih hidup suci sebagai petapa di Pucangan, gunung Penanggungan,
dengan nama Kili Suci. Maka, Airlangga terpaksa minta bantuan Mpu
Bharada yang sakti untuk membagi kerajaannya kepada kedua putranya,
Jenggala (Singasari) di bagian Timur dan Kediri di bagian Barat pada
tahun 1041. Airlangga sendiri menjadi petapa pada tahun 1042 dengan
nama Resi Gentayu sampai wafat pada tahun 1049 dan dimakarnkan di
Tirtha, tempat permandian Jalatunda dekat desa Belahan di sebelah
Timur gunung Penanggungan.

Airlangga sebagai penjelmaan Wishnu diwujudkan dalam bentuk
Wishnu sedang naik seekor burung Garuda.

Kerajaan Majapahit adalah Negara Kesatuan Indonesia kedua
setelah Sriwijaya yang dibangun oleh umat Buddha dan Hindu. Umat
Buddha dan Hindu dalam zaman keprabuan Majapahit, berhasil
mengantarkan bangsa Indonesia memasuki zaman keemasannya. Kejayaan
keprabuan Majapahit dapat terwujud antara lain disebabkan karena
adanya kerukunan intern umat Buddha dan kerukunan intern umat Hindu
serta adanya kerukunan hidup antara umat Buddha dan umat Hindu pada
zaman itu. Maharaja Hayam Wuruk dalam menjalankan pemerintahannya
didampingi oleh penasehat agung dalam keagamaan yakni Dharmadhyaksa
Ring Kasongatan dan golongan Buddha dan Dharmadhyaksa Ring Kasewan
dari golongan Hindu. Kerukunan hidup umat beragama pada zaman
Majapahit dirintis dan dipelopori oleh Pujangga Buddhis yang agung,
Mpu Tantular. Dalam bait syair yang ada di dalam buku yang
ditulisnya yakni kitab "SUTASOMA" pujangga besar Mpu Tantular
menulis: "Siwa Buddha Bhinneka Tunggal lka Tan Hana Dharma Mangrwa".
Kalimat sakti yang dapat mempersatukan umat beragama dan rakyat
Majapahit pada waktu itu, yakni Bhinneka Tunggal lka, sekarang
merupakan kalimat sakti pemersatu bangsa Indonesia dan ditulis dalam
lambang negara Garuda Pancasila.

Setelah keprabuan Majapahit mengalami zaman keemasan, pada
masa pemerintahan Hayam Wuruk dengan Maha Patihnya Gajah Mada yang
beragama Buddha, akhirnya mengalami keruntuhan karena kerukunan
hidup umat beragama serta persatuan kesatuan rakyat". Majapahit
tidak dapat lagi dipertahankan. Terjadinya perpecahan dan
pertentangan yang tidak henti-hentinya akhirnya membawa Majapahit
sirna dari muka bumi ini. Bersama dengan itu agama Buddha juga
mengalami pasang surut dalam perkembangannya, kemusnahannya semakin
nyata dalam zaman penjajahan Belanda. Narnun demildan, dalam zaman
penjajahan Belanda pula agama Buddha mulai dipelajari dan dihayati
oleh generasi muda yang terhimpun dalam Perhimpunan Theosofi
Indonesia dan Sam Kauw.

Bersambung.....

Penampakan UFO di Indonesia

UFO di Gunung Agung, Bali, 1973. Foto UFO pertama di atas Indonesia dibuat oleh wisatawan Jepang, Ryo Terumoto, pada 17 Agustus 1973. Sekitar pukul 14.00 siang, dari mobil ia memotret Gunung Agung di Bali.

Setelah fotonya dicetak, ia terkejut melihat adanya sebuah benda berbentuk cakram yang melayang di depan gunung tersebut. Ketika memotret ia tidak memperhatikannya. Fotonya kemudian dimuat di majalah Hito to Nippon (Orang dan Jepang) terbitan Maret 1974 dengan judul “Piring Terbang di Atas Pulau Bali?”

UFO di gunung Agung, Bali Dipotret tanggal 17 Agustus 1973 oleh seorang wisatwan Jepang Ryo Terumato

UFO di lepas Pantai Cilamaya, Jawa Barat. Waktu itu sekitar pukul 15.00, Ir. Tony Hartono Rusman sedang melepas lelah, sehabis makan siang di Quarters Platform pada lantai III kompleks menara pengeboran minyak lepas pantai di ladang minyak Arjuna, 83 km dari pantai Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Tiba-tiba perhatian Tony tertarik pada titik hitam di atas cakrawala yang menuju ke arah ladang minyak dengan bentuk lonjong dan berwarna merah tua. Pada jarak sekitar 10 km, benda itu membelok dengan tajam dan menjauh lagi, sehingga membuat lintasan seperti bumerang. Di kejauhan, benda itu naik vertikal ke atas dan hilang dari pemandangan. Tony waktu itu sedang menyandang sebuah kamera Olympus, dan dengan cepat ia menyetel dan membidikkannya ke arah benda yang muncul tidak lebih dari satu menit itu. Semula Tony tidak sadar bahwa benda yang diabadikannya itu adalah sebuah UFO. Setelah film itu dicuci, tampaklah UFO di atas tanker minyak Arco Arjuna, yang kini sudah menjadi terkenal di seluruh dunia.

UFO dipotret di lepas pantai Cimalaya pada tanggal 22 September 1975, oleh Ir. Tony Hartono (alm)

Penampakan UFO di Porong. Hari itu tanggal 27 Juni 1977 jam 18.15 WIB, Dr. Ir. Aryono Abdulkadir bersama dua orang rekannya masing-masing Ir Rudianto Ramelan dan Ir. Ananda Soeyoso sedang melakukan perjalanan dari Surabaya ke arah Malang. Langit terang penuh dengan warna merah senja karena matahari baru saja terbenam. Tiba-tiba di suatu tempat, di antara Gempol Porong, salah seorang di antaranya melihat benda langit yang menarik perhatian di sebelah barat jalan raya. Dr. Ariono yang memang pada dasarnya senang mengamati gejala-gejala seperti itu, mengira benda langit itu sebagai meteor. Segera ia keluar dari mobil sambil menyiapkan alat fotonya untuk mengambil gambar meteor tadi. Dua kali dijepretkan. Tiba-tiba saja terjadi hal yang mengejutkan. Benda langit tadi membelok tajam hampir sembilan puluh derajat ke arah selatan, meninggalkan trail yang nampak pada mata seperti bunga api.

Penampakan UFO di Porong

Salatiga, 2003. On Sunday,12 Oktober 2003, me and my friend Adit (also from Economic but 3 years older than me) were taking picture of scenery around Salatiga for our website. We took pictures from an unused bank building of BHS Bank. After we took dozens of shots around the building, suddenly my friend pointing to the distance and yelling “11… 11…” (I was getting ready to take pictures of the Mount Ungaran). I look at the 11′o clock direction and saw that something is… glowing? or perhaps I should say ‘flickering’ I think it’s above the RawaPening Lake. It’s like the sky is distorted and I could see something… weird? Then I just press the shutter and take the picture without having any chance to adjust the camera’s focus. I’m disappointed when I’m getting ready to take another shot, the ‘thing’ or should i say the ‘object’ is like turning its color to transparrent so in a flash the sky just seemed empty.

Salatiga, 2003

Graha Yasa Asri, Depok, 26 Juni 2005. Sunday, 26 June 2005 at 17.50 pm, was my lucky day or what, When my daughter told me the was something up in the sky, I got out, Some people (my neighbors) already look at it, so I quickly look up and scan my eyes to the sky, it looks like to me “something like a meteor coming down to Earth and burning” , so I quickly got inside, took my DVD camcorder, and Record on it, only for few seconds, but I did! After talking what was happening to my neighbors, then I decide To transfer it to my pc, due to erase and write many times on My dvd-rw disc, so the result is some frame is frozen, but I got the master still on my dvd-rw, so it still function properly and better than my capture on pc that I distributed to you all…, many witnesses you could ask for, because they are my neighbors……… it was no sound, not hit the ground either, in the end of clip, that is my rooftop house, you can calculate how big that thing was… I watch on TV, there was no airplane crash or Meteor hit The earth that day, because if it was a meteor, that must be huge meteor, and can cause so much trouble, casualties and earthquake…. So I don’t know what it is…… But Before Jump Into any conclusion, please do research, gather more proofs, ask some witnesses in my area, then after that its taken, its up to you to say whatever you want…

Graha Yasa Asri, Depok, 26 Juni 2005

Kutukan Tutankhamen

Pada tahun 1922, seorang pria Inggris yang kaya bernama Howard Carter menemukan lokasi penguburan dari Raja Tutankhamen di dalam situs makam Lembah Raja-raja. Ada banyak peninggalan berharga berupa emas, barang2, dan bahkan makanan yang dikuburkan di dalam lokasi ini.

Karena ini adalah penemuan arkeologis besar, banyak ahli arkeologi lain pergi ke situs makam Lembah Raja-raja. Segera setelah itu berbagai hal misterius mulai terjadi. Banyak dari ahli arkeologi, itu yang pernah memasuki makam jatuh sakit dan pada akhirnya meninggal. Diberitakan selama era 1920’s, lebih dari (sekedar) dua lusinan orang ini meninggal tidak lama sesudah memasuki makam Raja Tutankhamen . Inilah permulaan kutukan dari RajaTutankhamen.

Di sekitar musim semi th 1923, Lord Carnarvon (donatur dari ekspedisi Howard Carter)digigit oleh nyamuk di pipi ketika bercukur. Hal Itu menyebabkan dia terkena infeksi dan kemudian Lord Carnarvon meninggal, dan pada saat yang bersamaan seluruh lampu2 di dalam kota Cairo secara aneh padam. Pagi itu pada saat Lord Carnarvon meninggal anjing nya mulai menggonggong dan lalu secara tiba2 mati . Kutukan Raja Tutankhamen mulai banyak dipublikasikan oleh media. Pemberitaan yang luar biasa media itu menimbulkan berita2 yang lain bermunculan. Ada satu berita yang menyatakan burung kenari Howard carter mati dipatok ular kobra tepat setelah penemuan pintu makam.

Banyak orang percaya kutukan dari Raja Tut adalah benar, sampai pada 1986 seorang dokter Prancis, Caroline Stenger-Phillip menemukan satu penjelasan untuk kematian-kematian yang misterius tersebut. Dr. Stenger-Phillip menyatakan adanya buah-buahan dan sayur-mayur di dalam makam mungkin menyebabkan
timbulnya partikel-partikel debu organik. Partikel-partikel ini mungkin punya mempunyai suatu potensi penyebab alergi. Ia juga mengklaim bahwa para ahli arkeologi mengidap suatu alergi setelah menghirup semua partikel-partikel yang selanjutnya menggiring kepada kematian mereka. Ia tidak percaya bahwa kutukan dari Tut adalah peyebab kematian-kematian yang misterius.

Kutukan dari Raja Tutankhamen masih menjadi suatu misteri. bagi sebagian orang hal itu hanyalah takhyul, tetapi namun masih banyak dari mereka yang sungguh2 percaya pada suatu kutukan. Apakah kutukan sungguh2 ada? Apakah Anda percaya akan “Kutukan dari Raja Tutankhamen ?”

John Titor Penjelajah Waktu

Seseorang yang mengaku dari tahun 2036 datang ke tahun 2000 untuk memposting di forum internet, mengaku sebagai prajurit amerika di tahun 2036 mengemban misi ke tahun 1975 untuk mengambil komputer portable pertama di dunia yaitu IBM 5100, dan mampir di tahun 2000-2001 untuk melihat keluarganya.
adapun pro dan kontra terhadap orang ini di forum menjadi topik hangat saat itu, karena dia dapat membuktikan hal-hal yang akan terjadi di masa dpn, dia juga mengupload foto mesin waktu nya, cara kerjanya, dan juga menyebarkan formula ilmiah mesin waktu tersebut di forum.

Beberapa orang di forum mulai memberondong John Titor dgn beragam pertanyaan, kesimpulan yang di dapat bahwa JOhn Titor adalah orang yg cerdas dan mempunya ilmu pengetahuan science yg mendalam, meski JOhn mengaku spesialisasi di History bukan di bidang komputer maupun science.

Siapa JOhn Titor ? Dia mengaku lahir tahun 1998 di florida, dia mengemban tugas dari tahun 2036 untuk ke tahun 1975 tuk mengambil PC IBM 5100, yg menurut dia dimana pc itu terdapat bahasa unix yg dpt memecahkan beragam bahasa unix. menurut dia teknologi di pc itu hanya seglintir org ibm saja yg tahu dan teknologi itu tidak pernah lagi di pasang di pc generasi selanjut nya hingga 2036.
Menurut dia semua sistem unix akan menghadapi time error di tahun 2036, oleh sebab itu IBM 5100 sangat penting.

Hal ini langsung di akui oleh pihak IBM , dan mereka kaget, karena hanya 5 org yg mengetahui hal itu, dan itu pun terjadi pada tahun 1975.

Konsep mesin waktu, John mengaku mesin waktu yg di pakai dia adalah C204 yg dpt memuat sampai 3 org mesin ini dimiliki oleh militer amerika di tahun 2036, dan mesin waktu bukan barang yg aneh di masa dia, ada lagi yg tipe lebih besar yaitu C206 yg di buat oleh GE (General Electric) dapat sampai 7 orang. Mesin ini hanya mampu membawa mereka maksium 60tahun ke masa silam dgn kecepatan 10tahun per jam.

Teori mesin waktu menurut John Titor,

  1. Apapun yg saya lakukan dgn pergi ke masa silam tidak akan merubah masa depan saya, karena kita hidup di dimensi yg berbeda. Jadi menurut dia bahwa masa depan adalah keputusan. apa pun keputusan yg dibuat, di masa depan sudah ada jawaban nya.
  2. Mesin waktu sangat berat bentuk nya panjang seperti box amunisi dengan beban mencapai 500kg, dia harus menaruh alat itu di dalam mobil dgn suspensi yg kuat, dan jika di nyalakan akan terbentu suatu black hole kecil yg mirip dgn donut. dan disaat itu lah semua akan terhisap kedalam black hole itu termasuk mobil nya menuju ketempat tujuan dalam proses perjalanan akan sangat panas, sulit untuk bernafas, dan jika tujuan anda nanti ternyata ada benda atau tembok yg menghalangi kehadiran anda di titik point yg sama maka otomatis mesin waktu akan switch off. jadi anda tidak pindah dari 1 titik ke titik yg lain, tapi anda pindah ke dimensi yg lain.
  3. Hukum fisika Kuantum Everett-Wheeler adalah teori yg benar untuk mesin waktu, model ini juga bisa disebut “Many-Worlds Interpretation” atau dgn kata lain banyak hasil kemungkinan yang akan terjadi di masa depan berdasarkan keputusan saat ini, contoh nya, jika saya kembali ke tahun 1975 untuk membunuh kakek saya, lalu saya kembali ke 2036, saya akan tetap eksis, begitupun orang tua saya. tetapi di dimensi tahun 1975 dan masa depan nya saya dan orangtua saya tidak eksis. ini lah yg disebut many worlds interpretation.

Khirbet Qumran

Para ahli arkeologi menemukan sebuah situs biara yang berjarak kira-kira 540 meter dari lubang gua pertama ditemukannya Gulungan Naskah Laut Mati. Mereka mengidentifikasinya sebagai Biara Khirbet Qumran.

Khirbet Qumran ini adalah satu komunitas sekte yang sangat ketat mengikuti ajaran para Nabi di zaman sebelum Jesus Kristus. Mereka cenderung mengucilkan diri dari kehidupan sosial dan menekuni isi kitab-kitab Perjanjian Lama, hidup dengan penuh pengabdian pada sektenya, merapal doa, beribadah dan menyalin kitab-kitab tua.

Di situs biara ini ditemukan benda-benda yang berkaitan dengan tulis menulis. Diantaranya ditemukan 2 buah pot tinta, beberapa stylus (alat tulis jaman purba semacam pulpen yang dibuat dari potongan tulang, batu, atau material khusus), dan sebuah guci yang persis sama dengan guci yang ditemukan di gua tempat penyimpanan Gulungan Naskah Laut Mati.

Berdasarkan penelitian dan uji laboratorium, benda-benda kuno ini dibuat sekitar tahun 68 Masehi. Dalam salah satu perkamen naskah dituliskan bahwa saat itu Legiun Kekaisaran Romawi menguasai wilayah Barat Laut Mati (saat ini Palestina dan Israel). Para pendeta di biara tersebut sempat menyembunyikan beberapa naskah ke dalam gua di tepian Laut Mati.
Sebagian besar dokumen ditulis dengan bahasa Hebrew (Ibrani-Yahudi) bahkan ada dokumen yang disamarkan begitu kecil sampai sebesar perangko. Lalu ada juga yang dituliskan dalam aksara Yunani Kuno (Septuagint).

Temuan di sekitar biara dan teritori Qumran ini ada sekitar 500-an kitab, termasuk bagian kitab Perjanjian Lama. Namun tak dapat dipastikan apakah mereka berhubungan dengan sekte Essenes, Yahudi Kuno, dan Pengikut Yesus Kristus (Kristen). Semua masih tetap misteri.



 

Lorem Ipsum

Categories